Proses Bisnis: Pengertian, Jenis, Tahap, Fungsi, dan Manfaat yang Harus Diketahui dalam Bisnis untuk Sukses

Pahami konsep dasar dan manfaat dari proses bisnis dengan mempelajari pengertian, jenis, tahap, dan fungsi yang terlibat. Dapatkan informasi penting ini untuk membantu meningkatkan efisiensi dan kesuksesan bisnis Anda. Baca artikel kami sekarang!

Ketika Anda memulai bisnis, ada beberapa hal penting yang perlu dirancang, seperti konsep, tujuan, dan strategi promosi untuk memperkenalkan produk bisnis. Jika semuanya telah direncanakan dengan baik, maka produk bisnis Anda siap untuk diluncurkan. Namun, hal ini hanya merupakan awal dari apa yang disebut sebagai proses bisnis yang lebih besar.

Proses bisnis dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Dalam setiap perusahaan, proses bisnis dapat berbeda-beda dan memiliki tantangan yang unik. Tetapi, tantangan ini seharusnya dilihat sebagai bagian dari tantangan bisnis secara umum.

Dalam membangun bisnis, Anda akan merencanakan strategi dan rencana untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Ini akan melibatkan berbagai proses bisnis yang akan memanfaatkan seluruh sumber daya perusahaan Anda. Setiap perusahaan memiliki proses bisnis yang unik dan berbeda dalam mencapai tujuan bisnis mereka. Namun, keseluruhan operasional usaha tergantung pada efektivitas dan efisiensi dari proses bisnis yang dilakukan.

Yuk pelajari lebih lanjut tentang pengertian, jenis, tahap, fungsi, dan manfaat dari proses bisnis. Dengan memahami hal-hal tersebut, Anda dapat mengoptimalkan proses bisnis dalam bisnis Anda untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Apa Itu Proses Bisnis?

Apa Itu Proses Bisnis?

Proses bisnis merujuk pada rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi dengan tujuan untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Proses bisnis ini berkaitan erat dengan produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Setiap perusahaan atau organisasi memiliki cara yang berbeda dalam mengatur aktivitas ini, dan biasanya diatur sedemikian rupa agar bisa mewujudkan tujuan bisnis secara nyata.

Beberapa perusahaan menerapkan proses bisnis secara berulang-ulang dengan cara standar. Namun, ada juga perusahaan yang terus berupaya mengoptimalkan proses bisnis mereka agar lebih efektif. Proses bisnis pada sebuah perusahaan atau organisasi dibagi menjadi beberapa sub-proses dengan tugas atau aktivitas yang berbeda-beda di tiap bagiannya.

Tujuan utama dari proses bisnis adalah mencapai tujuan organisasi atau perusahaan, dan memenuhi kebutuhan para pelanggan. Dengan menjalankan proses bisnis yang efektif dan efisien, perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis mereka dengan lebih baik. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan membawa dampak positif pada reputasi perusahaan.

Proses bisnis memiliki beberapa manfaat, seperti mempercepat waktu produksi dan pengiriman produk atau jasa, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi biaya produksi dan operasional, serta meningkatkan kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar.

Dalam membangun dan mengelola bisnis, penting untuk memahami dan mengoptimalkan proses bisnis secara terus menerus agar bisnis dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan terus berkembang. Dengan melakukan perbaikan dan inovasi terus menerus pada proses bisnis, perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi mereka, serta memberikan layanan dan produk yang lebih baik bagi pelanggan.

Proses bisnis memiliki definisi yang beragam menurut para ahli. Beberapa ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang konsep dan arti dari proses bisnis. Berikut adalah definisi tentang proses bisnis menurut beberapa ahli:

  1. Kelly R. Rainer Menurut Kelly, proses dalam bisnis merujuk pada serangkaian kegiatan yang saling berhubungan dalam usaha menghasilkan produk atau jasa yang bernilai bagi perusahaan. Proses bisnis ini terdiri dari berbagai tindakan dan aktivitas yang dijalankan dalam rangka mencapai tujuan bisnis.

  2. Magal dan Word Magal dan Word mendefinisikan proses bisnis sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan sesuatu, dimana setiap kegiatan dalam proses dilakukan berdasarkan atas suatu kejadian tertentu. Dalam hal ini, kegiatan yang dilakukan pada setiap tahap proses berdampak pada tahap berikutnya dan bertujuan untuk menghasilkan output yang berkualitas.

  3. Hammer & Champy’s Menurut Hammer & Champy’s, proses bisnis adalah aktivitas yang memerlukan satu atau lebih masukan untuk menghasilkan output yang bernilai bagi pelanggan. Proses bisnis ini melibatkan seluruh aspek bisnis, dari manajemen, teknologi informasi, hingga operasional perusahaan.

  4. Rummler & Brache Rummler & Brache mendefinisikan proses bisnis sebagai seluruh aktivitas yang dilakukan dengan tujuan menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Dalam hal ini, setiap aktivitas dalam proses bisnis bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

  5. Weske Weske mendefinisikan proses bisnis sebagai segala aktivitas yang bisa dijalankan dengan bantuan sistem informasi dan juga secara manual. Dalam hal ini, proses bisnis melibatkan berbagai jenis teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis serta memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dalam bisnis, penting untuk memahami definisi dari proses bisnis yang berbeda-beda ini. Dengan memahami konsep dan arti dari proses bisnis, perusahaan dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengontrol proses bisnis dengan lebih baik, sehingga dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan dengan lebih efektif dan efisien.

Jenis-Jenis Proses Bisnis

Jenis-jenis proses bisnis


Proses bisnis terdiri dari beberapa jenis yang perlu diketahui. Berikut adalah jenis-jenis proses bisnis yang perlu dipahami:

  1. Proses Primer Proses primer berkaitan dengan operasional yang menghasilkan nilai produk atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Ada tiga tahap dalam proses primer, yaitu produksi, pemasaran, dan pelayanan kepada pelanggan. Tahap produksi melibatkan pembuatan produk atau jasa yang sesuai dengan permintaan pasar, sedangkan tahap pemasaran melibatkan promosi produk atau jasa untuk menarik pelanggan. Tahap pelayanan kepada pelanggan melibatkan memberikan dukungan dan pelayanan kepada pelanggan untuk memastikan kepuasan mereka.

  2. Proses Sekunder Proses sekunder tidak langsung menambah nilai produk atau jasa yang ditawarkan, namun sangat penting untuk menyiapkan lingkungan yang mendukung proses primer. Proses dukungan harus berjalan selaras dengan operasional perusahaan, termasuk dalam hal sumber daya manusia, keuangan, teknologi informasi, dan infrastruktur.

  3. Proses Manajemen Proses manajemen melibatkan pengawasan dan pemantauan dari segi manajemen. Pada proses ini, pengelolaan strategi perusahaan harus tepat agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Proses ini melibatkan rencana strategis hingga pengelolaan operasional perusahaan. Proses manajemen juga melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi kinerja perusahaan.

Dalam bisnis, perusahaan harus memahami dan mengelola ketiga jenis proses bisnis tersebut agar dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan dengan lebih efektif dan efisien. Perusahaan juga harus memperhatikan pentingnya memprioritaskan proses primer, karena proses ini yang menghasilkan nilai produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada pelanggan. Proses sekunder dan manajemen juga tidak kalah pentingnya, karena membantu memastikan operasional perusahaan berjalan dengan baik dan efektif.

Tahap-tahap dalam Proses Bisnis

Tahap-tahap dalam Proses Bisnis

Proses bisnis terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan dengan efektif dan efisien. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam proses bisnis yang perlu dipahami:
  1. Analisa Kegiatan Bisnis Pada tahap pertama ini, pihak owner dan manajemen perusahaan akan menganalisis kegiatan bisnis yang akan dilakukan. Proses ini bertujuan untuk menentukan tindakan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis yang diinginkan. Dalam analisis ini, perusahaan akan mengevaluasi lingkungan bisnis, kebutuhan pelanggan, sumber daya, dan persaingan di pasar.

  2. Penentuan Setelah dilakukan analisis, pihak manajemen akan menentukan kegiatan atau proses yang akan dilaksanakan dalam bisnis. Penentuan ini terkait dengan biaya operasional agar usaha tersebut dapat berjalan, serta menghasilkan keuntungan sesuai harapan. Penentuan ini akan dilakukan berdasarkan pada hasil analisis dan diskusi yang sudah dilakukan sebelumnya.

  3. Pelaksanaan Setelah tahapan analisis dan penentuan selesai, saatnya untuk melaksanakan atau menjalankan rencana bisnis. Setiap bagian dari perusahaan harus bisa menjalankan peran dan tugasnya masing-masing secara optimal, guna mewujudkan apa yang dijadikan tujuan. Pada tahap ini, penggunaan aplikasi ERP yang terintegrasi akan sangat membantu mengoptimalkan pelaksanaan tugas setiap tim atau divisi, karena data yang dihasilkan akan lebih selaras, terintegrasi, dan akurat.

  4. Monitoring Tahap monitoring dilakukan untuk memantau dan mengevaluasi jalannya proses bisnis. Pada tahap ini, perusahaan akan mengumpulkan data dan informasi terkait kinerja bisnis, termasuk hasil penjualan, pengeluaran, dan keuntungan. Data dan informasi ini akan digunakan untuk membuat perubahan atau penyesuaian yang diperlukan agar bisnis berjalan lebih efektif dan efisien.

  5. Evaluasi Tahap evaluasi adalah tahap terakhir dalam proses bisnis. Pada tahap ini, perusahaan akan melakukan penilaian terhadap strategi bisnis dan juga kinerja karyawan. Evaluasi ini akan membantu mengetahui apakah strategi bisnis yang dijalankan sudah cukup efektif dan memberikan kontribusi yang maksimal untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Evaluasi juga akan membantu meningkatkan performa kerja karyawan dan melakukan perubahan strategi bisnis jika diperlukan. Evaluasi ini sebaiknya dilakukan secara berkala di akhir periode.

Dalam bisnis, penting untuk memahami dan mengelola tahapan-tahapan proses bisnis ini dengan baik. Dengan demikian, perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan dengan lebih efektif dan efisien. Perusahaan juga harus terus memantau dan mengevaluasi kinerja bisnisnya, serta melakukan perubahan atau penyesuaian yang diperlukan agar dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Fungsi Proses Bisnis

Fungsi Proses Bisnis

Proses bisnis memiliki tiga fungsi yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas bisnis yang efektif dan efisien. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang ketiga fungsi tersebut:

  1. Membantu divisi SDM untuk memecahkan permasalahan ketika aktivitas bisnis sedang berlangsung Proses bisnis membantu divisi SDM (Sumber Daya Manusia) untuk memecahkan permasalahan ketika aktivitas bisnis sedang berlangsung. Divisi SDM bertanggung jawab untuk memastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka dengan baik. Dalam situasi ketika terjadi permasalahan atau masalah dalam menjalankan aktivitas bisnis, divisi SDM harus dapat menangani masalah tersebut dengan cepat dan efektif. Dalam hal ini, proses bisnis dapat membantu divisi SDM dengan menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Hal ini dapat membantu divisi SDM untuk membuat keputusan yang tepat dan memastikan bahwa karyawan dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.

  2. Piranti bagi konsumen untuk melihat kapan proses produksi berlangsung, distribusi mulai dilakukan, dan peluncuran produk akan dilaksanakan Proses bisnis juga berfungsi sebagai piranti bagi konsumen untuk melihat kapan proses produksi berlangsung, distribusi mulai dilakukan, dan peluncuran produk akan dilaksanakan. Dalam bisnis, konsumen sangat penting untuk dijadikan perhatian. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada konsumen mengenai proses produksi, distribusi, dan peluncuran produk. Dengan begitu, konsumen dapat mempersiapkan diri dan membuat keputusan yang tepat saat ingin membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

  3. Memberikan informasi kepada karyawan agar paham akan tugas yang telah diberikan sehingga tercapai tujuan perusahaan Proses bisnis juga memberikan informasi kepada karyawan agar paham akan tugas yang telah diberikan sehingga tercapai tujuan perusahaan. Dalam bisnis, setiap karyawan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Proses bisnis dapat membantu karyawan memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan jelas. Dengan begitu, karyawan dapat menjalankan tugas mereka dengan baik dan memastikan bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai. Selain itu, proses bisnis juga dapat membantu karyawan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau dioptimalkan dalam menjalankan tugas mereka.

Proses bisnis sangat penting dalam menjalankan aktivitas bisnis yang efektif dan efisien. Proses bisnis dapat membantu perusahaan untuk memecahkan masalah, memberikan informasi kepada konsumen, dan membantu karyawan memahami tugas dan tanggung jawab mereka. Dengan begitu, perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan dengan lebih mudah dan efektif.

Manfaat Proses Bisnis

Proses bisnis merupakan suatu rangkaian aktivitas yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mencapai tujuannya. Hal ini menjadi sangat penting karena dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan lebih terstruktur dan terarah. Selain itu, proses bisnis juga memiliki manfaat yang sangat banyak bagi perusahaan. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa didapat dari proses bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan.

  1. Dapat dijadikan acuan dalam memproyeksikan bisnis secara keseluruhan dan juga realtime. Dengan memiliki proses bisnis yang jelas dan terstruktur, perusahaan dapat membuat proyeksi bisnis yang lebih akurat dan tepat waktu. Hal ini akan sangat membantu perusahaan dalam membuat keputusan bisnis yang lebih baik, menghemat waktu dan menghindarkan dari kesalahan dalam membuat keputusan.
  1. Memberikan informasi terkait kondisi perusahaan. Proses bisnis akan memberikan informasi yang sangat berguna terkait kondisi perusahaan, mulai dari operasional hingga keuangan. Hal ini akan sangat membantu perusahaan untuk mengetahui keadaan bisnis dan juga untuk membuat keputusan bisnis yang tepat.
  1. Meningkatkan nilai kompetitif perusahaan, untuk bisa bertahan di tengah persaingan bisnis dan berbagai perubahan. Dengan memiliki proses bisnis yang efektif, perusahaan dapat meningkatkan nilai kompetitifnya. Hal ini akan sangat membantu perusahaan untuk bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat dan juga perubahan pasar yang cepat.
  1. Memungkinkan perusahaan untuk lebih responsif atas setiap tantangan yang bisa muncul kapan saja. Proses bisnis akan membantu perusahaan untuk lebih responsif dalam menghadapi setiap tantangan bisnis yang bisa muncul kapan saja. Hal ini akan membantu perusahaan untuk bisa bertahan dan tetap berkembang meskipun dalam kondisi yang sulit.
  1. Membantu perusahaan untuk lebih cepat mengidentifikasi peluang bisnis terbaru dan juga pergerakan kompetitor. Dengan memiliki proses bisnis yang efektif, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi peluang bisnis terbaru dan juga pergerakan kompetitor. Hal ini akan membantu perusahaan untuk bisa mengambil langkah-langkah yang tepat dalam menghadapi persaingan bisnis.
  1. Lebih fokus pada kebutuhan konsumen atau pelanggan. Proses bisnis yang efektif akan membantu perusahaan untuk lebih fokus pada kebutuhan konsumen atau pelanggan. Hal ini akan membantu perusahaan untuk bisa membuat produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen atau pelanggan.
  1. Meminimalkan human error karena menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kemampuannya. Dengan memiliki proses bisnis yang efektif, perusahaan dapat menempatkan tenaga kerja sesuai dengan kemampuannya. Hal ini akan membantu perusahaan untuk meminimalkan kesalahan manusia atau human error yang bisa terjadi..
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja Dengan adanya proses bisnis yang terstruktur dan terorganisir dengan baik, maka setiap tugas dan aktivitas dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini bisa membantu perusahaan untuk mengurangi biaya operasional, mempercepat waktu produksi, dan meningkatkan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.
  3. Memaksimalkan komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan Proses bisnis juga dapat membantu perusahaan dalam berinteraksi dengan pelanggan secara lebih efektif. Melalui riset dan analisis feedback konsumen, perusahaan dapat mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan lebih baik dan segera menindaklanjuti dengan produk atau jasa yang lebih baik.
  4. Mempermudah proses evaluasi dan perbaikan Dengan adanya proses bisnis yang terstruktur, maka perusahaan dapat dengan mudah mengevaluasi kinerja dan pencapaian tujuan bisnis. Setiap masalah atau kekurangan dalam proses bisnis dapat diidentifikasi dan segera diperbaiki, sehingga perusahaan dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.
  5. Menghindarkan perusahaan dari sikap reaktif yang dapat memicu kondisi kontraproduktif Proses bisnis yang terstruktur juga dapat membantu perusahaan untuk menghindari sikap reaktif dalam menghadapi perubahan di lingkungan bisnis. Dengan adanya proses bisnis yang terorganisir dengan baik, perusahaan dapat merencanakan dan mengantisipasi perubahan dengan lebih baik, sehingga dapat menghindari kondisi yang kontraproduktif dan terus bertahan di tengah persaingan bisnis.
  6. Memberikan manfaat bagi karyawan Dalam proses bisnis yang terorganisir dengan baik, setiap karyawan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan jelas. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan, serta memberikan perasaan kepastian dalam bekerja.
  7. Berdampak positif bagi lingkungan sekitar Proses bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainability) dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Contohnya, dengan menggunakan teknologi yang lebih ramah lingkungan, memperhatikan aspek sosial dalam bisnis, atau melakukan upaya pengurangan limbah dan emisi yang merugikan lingkungan.

Dari berbagai manfaat yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa proses bisnis memiliki peran penting dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan dan melaksanakan proses bisnis dengan baik, sehingga bisa memperoleh manfaat yang optimal dan memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efisiensi bisnis di Indonesia, terdapat rekomendasi aplikasi CRM terbaik yang dapat membantu perusahaan untuk memaksimalkan proses bisnis. Dengan aplikasi CRM yang tepat, perusahaan dapat mengelola hubungan dengan pelanggan, meningkatkan layanan pelanggan, mengoptimalkan penjualan, dan meningkatkan efisiensi kerja. Beberapa aplikasi CRM terbaik yang bisa dipertimbangkan antara lain Salesforce, Zoho CRM, Pipedrive, Insightly, dan lainnya.

Kesimpulan

Dalam artikel tersebut telah dijelaskan tentang proses bisnis, yang terdiri dari definisi, tujuan, fungsi, jenis, dan tahapan-tahapannya. Selain itu, dijelaskan pula mengenai manfaat yang didapat dari pelaksanaan proses bisnis, seperti peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja, memaksimalkan komunikasi dengan pelanggan, memudahkan proses evaluasi, dan menghindarkan perusahaan dari sikap reaktif yang kontraproduktif. Oleh karena itu, diperlukan pelaksanaan proses bisnis dengan tahapan yang tepat untuk memperoleh manfaatnya dengan maksimal dan memastikan perusahaan dapat bertahan bahkan terus berkembang di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.