Niat Mandi Junub, Sebab, Cara Pelaksanaan, serta Manfaatnya

Mengetahui cara mandi junub menjadi keharusan bagi kaum muslim yang baligh. Baca di sini tentang niat mandi junub serta tata caranya.

Niat mandi junub menjadi salah satu yang perlu diketahui oleh kaum muslim yang sudah baligh baik pria maupun wanita. Permasalahannya, tidak sedikit umat muslim yang tidak tahu apa itu mandi junub hingga bagaimana niatnya yang benar.

Padahal pengetahuan ini sangat penting terutama setelah kamu beranjak dewasa. Bagi laki-laki telah mengalami mimpi basah sementara bagi perempuan telah mengalami datang bulan. 

Apa itu Mandi Junub dan Mengapa Harus Melakukannya?

Niat Mandi Junub, Sebab, Cara Pelaksanaan, serta Manfaatnya

Mandi junub atau mandi wajib adalah proses membersihkan diri dari hadas besar dengan cara menuangkan air ke seluruh badan dengan cara tertentu. Sebelum melakukan mandi wajib ini tentu saja harus diawali dengan niat mandi junub.

Ada beberapa hal yang membuat seorang kaum muslim diwajibkan untuk melaksanakan mandi junub atau mandi wajib. Adapun penyebab mandi wajib tersebut adalah sebagai berikut:

1. Keluarnya Air Mani

Air mani merupakan benda cair yang keluar dari kemaluan dengan aroma yang khas, sedikit amis dan kenal, serta mudah mengering seperti telur jika telah mengering. Umumnya air mani keluar disertai dengan rasa nikmat dengan cara memancar. 

Keluarnya air mani ini tidak hanya terjadi pada laki-laki saja. Perempuan juga bisa mengeluarkan mani, sehingga perempuan juga memiliki kewajiban yang sama jika mani keluar dari mereka. 

2. Berhubungan Suami Istri

Jika berhubungan suami istri, baik disertai keluarnya mani atau tidak, meskipun hanya sebatas bertemunya dua kemaluan, maka kondisi tersebut sudah membuat seseorang wajib melakukan mandi junub.

Kewajiban tersebut berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Bila dua kemaluan bertemu atau bila kemaluan menyentuh kemaluan lainnya, maka hal itu mewajibkan mandi wajib.”

3. Setelah Haid

Seorang wanita yang telah selesai masa haid maka wajib melakukan mandi junub. Kewajiban ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Baqarah ayat 222 yang artinya:

“Dan mereka menanyakan kepada-Mu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid, dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

4. Selesai Masa Nifas

Keluarnya darah nifas mewajibkan seorang wanita melakukan mandi junub, meskipun ternyata bayi yang dilahirkan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah darah tersebut berhenti, maka segeralah untuk mandi wajib.

Jika telah melakukan mandi wajib, maka wanita tersebut bisa menjalankan aktivitas ibadah seperti biasanya. 

5. Wanita yang telah Melahirkan

Kewajiban mandi ini berdasarkan kepada ijma (konsensus) para ulama. Meskipun melahirkannya tidak disertai nifas, melahirkan menjadi bagian dari hal yang mewajibkan seseorang harus melakukan mandi wajib.

6. Orang yang Meninggal Dunia

Seseorang yang sudah meninggal wajib dimandikan terlebih dahulu sebelum dimakamkan. Hal ini menjadi kewajiban orang yang masih hidup untuk memandikannya. 

7. Orang yang Baru Masuk Islam

Para ulama berpendapat bahwa orang yang baru masuk islam diwajibkan untuk melakukan mandi wajib. Hal tersebut dikarenakan kemungkinan sebelum masuk islam mereka pernah mengalami hadas besar.

Terdapat beberapa bacaan niat dalam melakukan mandi junub ini. Perbedaan niat ini disesuaikan dengan tujuan melakukannya. 

Niat dan Doa Mandi Junub

Sudah memahami siapa saja yang wajib melakukan mandi wajib? Jika jawabannya iya, simak niat mandi junub berikut doanya berikut ini:

1. Niat dan Doa Mandi Junub secara Umum

Niat dan doa secara umum ini bisa dilakukan oleh kaum pria maupun perempuan untuk menghilangkan hadas besar.

Berikut niat dan doa mandi wajib secara umum:

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala.

Artinya: “ Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah ta’ala.”

2. Niat dan Doa Mandi Junub Setelah Haid

Haid atau menstruasi merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dewasa. Selama haid, wanita tidak boleh melaksanakan salat dan puasa. Setelah masa haid berakhir, wajib melakukan mandi junub agar dapat kembali beribadah.

Berikut niat dan doa mandi wajib setelah haid:

Nawaitul ghusla liraf’I hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala.”

3. Niat dan Doa Mandi Junub Setelah Nifas

Nifas merupakan keluarnya darah dari rahim wanita yang disebabkan karena melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas ini akan keluar sekitar kurang lebih selama 40 hari. Selama masa ini, wanita dilarang salat dan berpuasa.

Berikut niat dan doa mandi wajib setelah nifas:

Nawaitul ghusla liraf’I hadatsin nifaasi lillahi Ta'ala

Artinya: “Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.”

Selain mengetahui niat mandi junub, kaum muslim juga harus mengetahui tata cara melakukan mandi wajib ini.

Tata Cara Melakukan Mandi Junub

Agar pengetahuan yang kamu peroleh mengenai mandi junub lebih afdol lagi. Yuk perhatikan tata cara mandi junub di bawah ini:

1. Membaca Niat

Membaca niat mandi junub atau mandi wajib hukumnya wajib. Hal ini menjadi pembeda antara mandi biasa dengan mandi wajib. Niat ini dapat dibacakan di dalam hati maupun dilafalkan secara langsung. 

2. Mencuci Kedua Tangan

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan cuci tangan sebanyak 3 kali. Tahap ini dilakukan dengan tujuan agar tangan bersih dari najis.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Dianggap Kotor

Bagian tubuh yang dianggap kotor ini merupakan bagian di sekitar kemaluan. Oleh karena itu, bagian ini wajib untuk dibersihkan.

4. Mencuci Kembali Tangan

Setelah membersihkan bagian-bagian tubuh yang kotor, cucilah kembali kedua tangan. Mencuci tangan ini dilakukan dengan menggunakan sabun agar benar-benar bersih.

5. Berwudhu

Tahap selanjutnya dalam mandi wajib ini adalah berwudhu seperti yang biasa dilakukan sebelum melakukan salat. 

6. Membasahi Kepala

Setelah selesai berwudhu dilanjutkan dengan menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga ke pangkal rambut. Pastikan rambut benar-benar terkena air.

7. Memisah-misah Rambut

Memisahkan rambut ini dilakukan dengan cara menyela-nyela rambut menggunakan jari-jari tangan. Bagi laki-laki, tahap memisah-misahkan rambut ini wajib dilakukan, sedangkan bagi wanita hukumnya sunnah.

8. Membasahi Seluruh Tubuh

Tahap terakhir dalam mandi wajib ini adalah mengguyur air ke seluruh tubuh. Membasahi tubuh ini dimulai dari sisi kanan dan dilanjutkan dengan sisi kiri. 

Ada beberapa hal yang dilarang saat dalam kondisi junub.

Larangan saat dalam Kondisi Junub

Sebelum mensucikan diri dengan mandi junub, seorang muslim yang masih dalam kondisi tersebut dilarang menunaikan ibadah-ibadah tertentu. Berikut larangan-larangan tersebut:

  • Dilarang melaksanakan salat

  • Dilarang melakukan thawaf di Baitullah

  • Dilarang memegang Al-Qur’an

  • Dilarang membaca Al-Qur’an meskipun tanpa menyentuhnya

  • Dilarang untuk tinggal atau berdian diri di dalam masjid. 

Selain diwajibkan oleh agama, mandi wajib ini juga memiliki berbagai manfaat.

Manfaat Mandi Junub

Berikut manfaat mandi wajib yang akan dirasakan bagi yang melaksanakannya:

  • Seorang muslim yang melakukan mandi wajib, maka ia telah melaksanakan perintah Allah SWT. Dengan demikian, ia akan mendapatkan pahala yang besar, kebahagiaan, ketenangan, serta kegembiraan.

  • Berhubungan intim antara suami dan istri akan menimbulkan efek lelah dan malas. Oleh karena itu, untuk memulihkan kekuatan tubuh tersebut dapat dilakukan dengan mandi wajib.

  • Mandi wajib adalah salah satu cara menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

  • Dengan mandi wajib, maka tubuh akan lebih bersemangat untuk kembali beraktivitas. 

Penutup

Demikian penjelasan tentang niat mandi junub, tata cara pelaksanaan, serta berbagai informasi yang berhubungan dengan mandi wajib. Sebagai seorang muslim, maka mengetahui tentang mandi wajib ini menjadi sebuah keharusan.